09 Sep 2010 02:09 PM
HomeBeritaArtikelKlasemenForumGuestbookGaleriJadwalKontakSitemap
Persib Bandung
Kilas Balik
Organisasi
Prestasi
Official 2009
Skuad 2009
Liga Intern
Persib Junior
Liga Indonesia
Sejarah
Tim Peserta
Copa Indonesia
Kota Kembang
Tempo Doeloe
Wisata
Direktori
Pernak Pernik
Wallpaper
PocketPC Themes

30 Jun 2010 02:06 PM
Pengirim: shevagusti

It's About World Cup
Penulis: sansheva abracadabra

Berbicara tentang piala dunia, memang tidak habis-habisnya.
Mulai dari pergelaran piala dunia yang penuh kejutan, hingga wacana mengenai kapan ya indonesia bisa berpartisipasi dalam pesta akbar 4 tahunan itu.

Memang, Indonesia adalah negara Asia pertama yang ikut piala dunia tahun 1938 di Prancis , yang kala itu masih bernama Hindia Belanda, yang pada saat itu, indonesia langsung tersingkir akibat kalah dari Hongaria 0-6. Tetapi hingga saat ini, Indonesia hanya menjadi "penonton" saja tiap kali ada piala dunia. Itu disebabkan karena kualitas timnas kita, kalah jauh dibanding negara-negara lainnya, seperti Korea dan Jepang, sehingga timnas kita hanya menjadi bulan-bulanan bagi raksasa Asia.

Oleh karena itu, pemerintah pun berupaya agar Indonesia bisa mengikuti piala dunia, yaitu lewat jalur khusus, yakni dengan menjadi tuan rumah. Sekitar tahun lalu, pemerintah menggembor-gemborkan bahwa Indonesia akan ikut dalam Bidding Tuan Rumah Piala Dunia 2018 / 2022. Proposal pun sudah dilayangkan ke FIFA, selaku badan tertinggi sepakbola dunia.

Namun, apadaya. Pemerintah sendiri yang menggembor-gemborkan hal tersebut. Tapi malah pemerintah sendiri yang tidak mendukung pencalonan Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia, yang mengakibatkan gugurnya Indonesia dalam Bidding akhir tahun nanti.

Padahal sebenarnya jika kita benar-benar NIAT dan OPTIMIS, KITA PASTI BISA. Ketika kita menjadi tuan rumah Piala Asia tahun 2007 saja, kita mampu menggelar ajang tersebut dengan sukses, sehingga membuat Wakil Presiden FIFA terkesima.

Sebenarnya jika kita perhatikan, kita sebenarnya mempunyai modal utama. Yaitu kita mempunyai suporter yang Fanatik dan Kreatif dengan yel-yelnya. Bahkan tahukan anda, bahwa suporter-suporter di Jepang ( negara yang mampu menggelar ajang piala dunia 2002 dengan sukses ), mereka mengikuti dan mengadopsi suporter kita yang memakai yel-yel dan membawa drum,dsb ke dalam stadion.

Jika kita bandingkan dengan Piala Dunia 2010, dimana suporternya hanya bisa meniupkan Vuvuzela, yang hanya bisa memekakkan telinga kita. Jika kita menjadi tuan rumah, saya yakin atmosfer di dalam stadion akan menggelegar dengan nyanyian yel-yel khas suporter kita.

Belum lagi, negeri kita yang mempunyai panorama yang indah dengan tempat pariwisata dan beraneka ragam budaya, yang akan memanjakan mata para suporter dari negara-negara lain.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dibenahi sebelum siap menjadi tuan rumah piala dunia ( selain infrastruktur )

Pertama, masalah stadion. Karena hanya 1 stadion di indonesia yang berstandar Internasional, yaitu SUGBK. Padahal BLI sudah mulai membenahi masalah Infrastruktur , walaupun hanya untuk para kontestan Liga Super. Dan saya mengharapkan agar 10 tahun kedepan, agar para kontestan Liga Super, WAJIB mempunyai Stadion Bertaraf Internasional, bukan hanya bertaraf nasional saja.
Bukan hanya stadion saja, tetapi akses menuju stadion pun harus diperhatikan. Mengingat peraturan bahwa stadion-stadion harus berdekatan dengan Bandara Internasional. Ini demi kenyamanan para suporter dari luar.

Yang kedua adalah tim nasional itu sendiri. Tim nasional sangat perlu untuk dibenahi, terutama masalah regenerasi pemain. Mengingat pemain-pemain timnas kita sekarang adalah muka-muka lama yang sebagian telah habis dimakan usia. Bukannya saya mendukung negara tetangga, tapi usaha yang dilakukan Malaysia dalam regenerasi pemain, patut dicontoh.

Yang ketiga adalah perombakan di dalam tubuh PSSI, sebagai badan tertinggi sepakbola Indonesia. Kita memerlukan manusia-manusia yang peduli dan cinta kepada sepakbola nasional, dan mempunyai kapasitas dalam menjalankan organisasi persepakbolaan di Indonesia. Dan Kita butuh orang-orang yang tegas dalam menegakkan peraturan.

Yang keempat, jelas masalah suporter. Kita perlu Mendewasakan para Suporter, dengan menanamkan nilai dan moral mereka.

Mungkin itu hanya segelintir kata. selanjutnya silahkan untuk menambahkan, jika ada hal yang belum disebutkan.

Saya mengharapkan agar Pemerintah bisa bekerjasama dengan Masyarakat Indonesia, agar mimpi kita selama ini menjadi kenyataan.




Komentar: 3

THAI_CHONBURI09 Jul 2010 05:07 PM
- pengurus di isi orang yang ngerti bola , jangan koruptor jadi ketua
- banyak pemain muda blasteran indo , yang ada di klub besar junior , yang berminat main untuk indonesia , kasik kesempatan dong , toh mereka juga sama orang indonesia , punya darah indonesia , daripada naturalisasi
-fasilitas harus dibenahi , mustahil pssi gak ada uang
-suporter juga jangan anarkis


boro_kokok08 Jul 2010 12:07 PM
PD prancis 1938. Idonesia (hindia belanda). Pemain:
Tan Mo Heng; pede hukom, Samuel; A. Nawir (kapten), Frans Meeng, Sutan Anwar; Tan Hong Djien, Suvarte Soedarmadji, Heng Sommers, Isaac Pattiwael, Hans Taihuittu. PELATIH: Johannes Mastenbroek


adiekecil08 Jul 2010 07:07 AM
saya sangat sangat sangat dan sangat setuju dengan "yang ketiga"



Back to the top